Menantang maut, mungkin ungkapan ini cocok untuk para siswa SD di Kampung Waru, Desa Sangiangtanjung, Kec. Kalanganyar, Kab. Lebak, Banten. Sebab untuk pergi dan pulang sekolah mereka harus melintasi sebuah jembatan gantung yang miring karena talinya putus.
Hanya murid yang bisa berenang saja yang berani meniti jembatan yang putus sebelah itu. Sedang yang tidak bisa berenang harus memutar sejauh 6 kilometer. ANTARA/Asep Fathulrahman.
![[imagetag]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_sgeFHXlSabYduqa2QjkJoEGI8Pc4BeVq4gOJqfo-U7tJ6PrWp3OE1Gp1fhPqq9Jz4PG5UHP9PQlZU8m7AuO2D0wzzJNYZinjQTFtNqMyXwCVkNm1pDv7z-DAZSOLdU-Q=s0-d)
![[imagetag]](https://lh3.googleusercontent.com/blogger_img_proxy/AEn0k_vzmqUiqr_gTWebEs8dT7zsAvV4kiwGwKFO9cGxPAv1oyz1pyEZ4b6QPA1BBqEj3d8eBuHsW68L4dvW3g69YgPrCDoVrMbkcOZ7ysJ_uGo0wDXl_cOlFUnPE2BOYk96gA=s0-d)
detikFoto Menantang Maut Demi Sekolah
Hanya murid yang bisa berenang saja yang berani meniti jembatan yang putus sebelah itu. Sedang yang tidak bisa berenang harus memutar sejauh 6 kilometer. ANTARA/Asep Fathulrahman.
detikFoto Menantang Maut Demi Sekolah
PissLUR 18 Jan, 2012
Blogger 18 Jan, 2012
-
Source: http://idegue-network.blogspot.com/2012/01/demi-sekolah-bocah-ini-menantang-maut.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
0 komentar:
Posting Komentar